Kannov

NOVA BERPUISI: SUDAH KELUAR DI KORAN RIAU POS

January 06, 2026 Kannov Publishing

 

 


Menggergaji Urat Tengkorak

 

 

Jujur katamu mengatakan kau paling hebat di antara para penyair

dengan kata yang sempat tertipu bahwa kau pernah berjaya di tahun itu!

Mereka yang tak kenalmu berbisik : oh kita harus menghormatinya,

karena tulisannya telah menari jaipong di per-koranan kampung dan perantau

juga telah menjadi pandeka di halaman depan tabloid

yang belum tentu semua orang membacanya.

ah.. bisa saja koran cabiak terpaksa di baca sebagai kawan

dalam menunggu tangisan langit berhenti.

 Semuanya telah menjulurkan anak tuannya dalam rahang sempit itu

sebab dari muara suara perut, suara dada, suara kepala.

dan.., ah..tunggu dulu , bukan suara berbisik yang mengeluarkan aroma gurah isi perut:

muntah seperti aroma air bah yang di kincokan dengan adukan yang sempat ter-eramkan

kau tunjuk bahwa dengan tengkorakmu yang selalu mendongak

akan bisa menaklukan semua urat yang telah lama menunduk?

 Sedangkan urat tengkorakmu telah lama tergorok?

 

Studio Safasindo 8/3/2017

 
catatan:

pandeka ; Pendekar

cabiak : Sobek

kincokan : di campur adukkan

 

 Nyanyian Bundo

  

matanya semakin sembab,

karena air mata kerinduan itu telah tergadaikan

oleh harga diri perantau di negeri seberang,

semenjak kepergian jatung hatinya

untuk menyulam emas di negeri

yang masih kabur dalam pikiran bundo.

 

jenjang di rumah panggung itu,

tak mampu menahan beratnya nyanyian bundo

yang selalu berbisik di sisi kanan pagar pembatas

; kapan kau pulang wahai kerinduanku,

pangkuan ini tak bergerak lagi,

langkah yang sempat mengejarmu telah patah.

 

oh angin sampaikanlah bisikan hati ini

agar kebahagiaan itu pulang ke pangkuan bundo

walau tak bertumbuh lagi cinta dalam hati, tapi

batang ubi akan tetap hidup meski di tanah gersang.

 

pulanglah jantung hatiku,

haruskah bundo menantang matahari

agar bisa menunjukkan bahwa ada bayanganmu

yang sempat tersinarkan oleh cahayanya

sewaktu bundo memalingkan punggung payung

untuk sembunyi dalam kelukaan.

 

Safasindo, 10 Desember 2015

 

  

Daun Kawa

 

Tak pakai gula Da tiap ku pesan

sepulang dari rumah keduaku di Bukittinggi,

bukan rumah tetuaku, juga bukan rumah hasil wasiat buyutku,

namun rumah wanita tua yang menawari asinya

untuk ku sambung menjadi tali-tirai yang panjang sebalit pinggang.

 

Tiap minggu ku melarikan panas dan menjemput dingin dari Payakumbuh.

bukan melarikan bukit yang singgah meminjamkan dingin di kedua sudut tulang sulbiku,

rasa pahit khas aroma asap

disetiap sedukan membuat keingintahuanku pada muara

di atas gunung yang bergandenganan tangan antara Singgalang dan Merapi

mengingatkan ku atas perjalanan cinta Siti Manggopoh

untuk menceritakan ada semut yang bisa berdiplomasi

di antara dua lobang yang tak pernah tersinggahi lagi

 

ku masih duduk di perempatan empat kaki

dengan pandangan yang menyehatkan pupilku sewaktu dulu

rabun sepintas oleh kalimpanan,

si Uda bertanya apakah pakai gorengan yang tersaji di pinggan rotan

yang sudah ditali temali menampung tegang,

boleh tambah lado kutu yang bisa menggelitik lidah dengan biji menyentrum.

Kawah daun yang terhidang di telaga dahagaku mengurai cerita yang sempat terduduki

di bangku para mengemis tentang aku seorang pelukis rumah tetua,

 

yang sebentar lagi jemari yang menggambarkan

sosok diranah bundo kapocong laksana kucing yang menjilati hidungnya,

entah untuk bersih diri ataupun mandi,

atau hanya menghapus identitas ikan asin yang sempat terkunyah

dibawah  tudung restoran di sudut mataku.

 

Talawi, 3 Juni 2015

 

Tasulo

 

Jika duri itu bisa menjadi tempat siangan daging jadi bara

yang membara di dua tiang dalam luka, parah dan habis

tiba-tiba dua tulang yang melikat di paruh baya menirukan luka

yang sempat mengaga yang telah lama bermandikan daun betadin

dikunyah kunyah menjadi sugi, berwarna di rongga giginya.

 

Setiap langkah yang masih berbibit dalam tanah

berakar menjelajahi se-singgahan ke ranah yang lebih melunak

merasa belum kokoh, di situlah tancapan luka yang di ukur dari kurun waktu yang sangat singkatbertuan dan ber-istana dalam sekejap.

 

Di cari-cari dengan mata yang masih telanjang

tanpa gaun, juga tanpa yukensi.

semuanya transparan, namun masih berbayang

di sebuah jemari telunjukyang mendehem di atas tiang dalam luka itu.

Berbaliklah kawan, jelajahi langkah tadi,

napak tilaslah dengan langkah yang masih sama

langkah yang sempat terhenti sekejap.

saat kau masih mengatakan duri itu tak akan pernah bengkok,

walau kadangkala, bentuknya lebih besar di bandingkan ampu kaki.

Jika duri itu bisa menjadi siangan daging jadi bara,

maka segala ego yang bersandi bersemayam

kian rapuh menyandera fikiran

untuk mengatakan bahwa duri dalam daging itu sangat menyakitkan

sehingga segala tingkah laku jiwa terkalahkan sampai

duri tersebut bisa bebas tak tertahan dalam daging.

 

 Talawi, 9 Juni 2015

Catatan:

Tasulo adalah ketika ada duri yang menusuk kedaging, tasulo merupakan ungkapan bahasa daerah minang

 

 

Lobang Yang Tertinggal

 

Hari jadi kemerdekaan telah lama melambaikan tangannya pada bumi pertiwi ini, lambaian yang meninggalkan nasehat tentang peninggalan tapak tuan di langit yang banyak menyerakkan darah di langit-langit tak beratap rumbio. lebih kurang tujuh puluh tahun, tangisan bumi elang ini meneriaki kemerdekaan tanpa ada lagi sayatan silet yang melukis di wajah tuan.

Tujuh puluh tahun sudah wajah langit berubah dan di paksa untuk bertukar rupa menjadi sisik ikan pada lukisan awan. Dan masih meninggalkan tangisan pilu yang se-akan telah di hapus oleh kecanggihan teknologi, pada ujungnya akan memperbudak kebangsaan lewat peninggalan yang di jaga ketat hanya untuk mencarai sebuah;Kenangan.

Lobang itu hanya tinggal sebuah pertanda, tanda gauman yang menyesakkan dada di setiap kali ada mayat ter-bujur di rumah gadang. Lobang yang menembus Ngarai Sianok dan bertepuk tangan di janjang Seribu. Meninggalkan surat cinta pada tetua agar bisa di terjemahkan kepada si Buyung, akan perjuangan yang mesti diraih kembali agar kau mampu menerangi dengan ilmumu lobang Japang yang berkelok sampai di telapak kaki Jam Gadang.

Disana pula ada seberkas cinta yang tersapu oleh air mata, yang mengatakan bahwa ada cinta yang tak harus di jawab dari segelintir luka di zaman itu. Hanya saja jawaban cinta yang harus terkikis di antara serdadu dan musuh di kala itu.

Sorak-sorai bercampur tangis telah tenggelam di samudra angin Paralayang senja, dan begitu juga tetua melukiskan lagi kesedihan hatinya di air keruh yang hanya meninggalkan telapak kaki dari Jepang dan Lobang sebagai peniti dan rantai makanan para makluk yang kasat mata.

Di lobang inilah segala pekikan, penyiksaan terulang terkenang oleh para pejuang veteran akan kisah kelam yang harus di terangkan dengan petramak. Itulah lobang Jepang yang menghubungkan kegamangan dan ketidak berdayaan para tetua di zaman itu.

Kini lobang yang terhina itu hanya tinggal sebuah kenangan, dan gambaran penyiksaan dimana ayah, tuan, ibu dan keluarga di paksa men-tanah di terowongan yang banyak berbisik pada gelombang angin.

 

Studio Safasindo, 28 Oktober 2015

 

BATAS PANDANG

 

Padang mengatas ini sudah ku temukan batasnya

dimana seharusnya aku mengakhiri pandangan,

rumput ilalang, rumput sawah juga tepian mandi sapi perah,

dan juga tempatku memanggil imajinasi

agar puisi ini bernyawa seperti nyawanya mataku

melihat keindahan yang dititip kesanubariku.

disana adikku pernah dipuji oleh rumput,

agar kecantikan yang telah terpandang akan dilihat sekelumit

mereka yang merindukan mengililingi dunia.sekolah!

 

kau tak usah pergi jauh,

disini ada taman nostalgia di kampung susu

yang tak akan pernah membisu,

apalagi pohon jati, rambutan, pohon mangga

dan kayu manis serta angin yang berkejaran dengan burung pipit

meminta kecupan dari hati paling dalam

untuk menikmati maman surga dari belahan tanah kabupaten limapuluh kota.

 

Balai janggo, 10 Desember 2015

 

 

LAMANG TAPAI

 

 

berapa batang betung yang telah kau ambil di tanah pekubutan itu?

adakah kau minta permisi dulu pada jasad-jasad kaku yang meninggalkan daging

tepat kicauan rawa dekat tanah sirah ibu meratap bapak

yang melambai tangan terakhirnya dipetang kamis malam jumat.

jangan lupa sekalian hutang dulu beras ketan

juga sekilo ubi di lapau Mak Nijah

nanti akan ku olah menjadi panganan yang paling enak di Payakumbuh ini

sekalian balango turunkan dari pagu,

karena balango yang terletak di tungku terbelah dua oleh alu.

 

ku telah pergi melerai kepenatan, mulai dari yang bisa didengar

sampai serapah pada sampah disetiap sudut mata,

sabarlah dulu, nanti aku akan mengawinkan lamang dan tapai

supaya anak yang di kandung,

yang dibawa manjojo sekeliling mata memandang

merasakan juga apa yang di kisahkan oleh ketan

yang telah lama menaroh hati pada tapai

agar telapak yang mencium tanah dan berpayungkan hawa kodek

selalu mencintaimu.

 

marilah ku ajarkan kau untuk  menjalankan

gerobak tungkai sebatang,

pegang erat-erat, agar kau bisa mengetahui

dimana keseimbangan cinta sang tapai pada lamang.

Jika sudah ini resep yang musti kau tahu

; peraslah kelapa dengan rasa seganmu,

agar api bisa menirukan untuk berhati-hati,

untuk merayu dengan lembut beras ketan

yang akan dimandikan dengan santan

 

sangailah dan bolak-balikkan

betung menghitam bukan berarti

isi didalamnya memahit rasa.

Faham sudah kau, tentang lamang tapai

menjadi panganan yang ditunggu anak nagari,

inilah yang harus kau kenang kalau dapat sampai mati.

 

koto baru, 10 Desember 2015

 

 

KIPANG BATIAH

 

  sudah sepuluh tahun ini tak lagi mendengarkan dentuman meriam

pertanda matangnya olahan beras yang di kasih gula saka dari puncak lawang

bisa juga diolah dengan jagung tua yang terlebih dahulu di jemur pada

mentari yang sering memarahi awan gelap.

aku baru sadar kalau induk semangnya telah lama menutup mata

tertutup oleh kain yang di kasih bunga rampai,

yang biasanya kalau ku pulang dari rantau

selalu memegang  jantung menahan suara

yang memekakan anak gendang tersebut.

 

kipang bareh dan kipang jaguang orang balai janggo

hanya satu petak di belakang rumah sakit ibnu sina

tak heran jika pasien selalu meminta dirawat dirumah

karena terpaksa sehat oleh suara yang meluluh lantakkan ego para sipasien.

mau dikata tak berbunyi, namun pencaharian masyarakat

terpaku pada buktinya dentuman tadi.

suara yang menjadi saksi kesunyian Payakumbuh

akan orang dan kendaraan, disana juga ada bukti sejarah

kipang batiah kepunyaan balai janggo menjadi bekalan perantau

untuk memeluk kampung diranau sana

 

sekarang hanya satu petak dari sepuluh petak yang masih beroperasi

menjalankan wasiat para induk semang kepada anak-kemenakan

dengan tujuan ciri-ciri jajanan kampung tidak akan pernah mati

walau zaman sering memaksa untuk meninggalkan yang lama-lama.

dan kini suara dentuman itu tak sekuat bom atom adik kemenakan hirosima,

namun suaranya di tembakkan ketanah, sehingga yang terdengar hanya suara

yang persis mirip dengan kentut anak bayi. tapi aku sangatlah rindu

akan suara yang memekakan telinga, walau telah sering buah bibir telah masak

bahkan telah dipetik hasilnya oleh cucu induk semang perihal pertahankan kipang batiah.

 

 balai janggo, 10 Desember 2016 

 

 

Angka Terakhir

 

Sudah kuhitung dengan sempoa, sembilan ratus sebelas ditambah tiga juta dibagi dua dikali tujuh, tidak kutemukan hasil nyata yang menari di atas jemari lentik.

Jemari yang dirayu dilentik-lentikan, memaksa untuk menggepalkan setengah menelusuri lembah-lembah mungil yang menghasilkan kekacauan pada urat syaraf.

Ah.., itu bukanlah gangguan yang dititipkan dipendopo, menyelinap keringat diantara lubang-lubang yang menganga di dataran air yang menjingkrak untuk memeluk bulan.

Lelaki berjas putih kembali menyuruh syaraf untuk mengulang penambahan, pembagian dan ditambah juga dengan pengalian serta pengakaran, karena hasil yang ditarikan sempoa tak kunjung menghasilkan bilangan prima serta desimal.

Mencermati angka yang tersembunyi dari hitungan semula, telah berbantahan bahwa mata pasti keliru menemukan angka-angka yang tak ada dalam kalkulator untuk menterjemahkan angka terakhir di balik pugarnya bilangan maksimal.

 

 

 

 

(Studio Safasindo, 16 Oktober 2016)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



 

 

 

Bagikan Artikel Ini

Rekomendasi

Terpopuler