Kannov

GURU TK MENULIS: TK ISLAM RAUDHATUL JANNAH STUDI BANDING DI DAERAH SENDIRI MENGAPA TIDAK

January 10, 2026 Kannov Publishing



Oleh : Misrayeti, M.Pd

Guru TK Islam Raudhatul Jannah Kota Payakumbuh

 

Menerima peserta studi banding bagi TK Islam Raudhatul Jannah sudah biasa. Peserta studi banding berasal dari berbagai daerah, baik dalam lingkungan Provinsi Sumatera Barat, maupun dari luar provinsi seperti Riau dan Jambi, bahkan juga ada dari daerah Batam dan Aceh. Pernah juga TK Islam Raudhatul Jannah menerima peserta studi banding dari TK atau lembaga PAUD yang ada di Kota Payakumbuh namun itu sangat jarang. Padahal saat ini ada beberapa lembaga PAUD di Kota Payakumbuh yang bisa menjadi rujukan sebagai tempat untuk  belajar, menambah wawasan dan melihat praktek-praktek baik yang bisa ditiru dan dimodifikasi oleh peserta studi banding.

Sebelumnya mari kita pahami apa itu studi banding. Studi banding adalah kegiatan kunjungan ke suatu tempat untuk mempelajari praktek-praktek terbaik yang diterapkan ditempat tersebut. Kalau kunjungan itu ke suatu sekolah maka kunjungan bisa dilakukan oleh guru, mahasiswa atau suatu organisasi/komunitas. Menurut Muhammad Eko Purwanto dalam artikelnya yang berjudul “Peran Studi Banding dalam Meningkatkan Kualitas Guru dan Kinerja Sekolah” bahwa studi banding pada hakikatnya sebuah proses pengakuan tentang kelebihan orang atau pihak lain, dan menjadikan kelebihan itu sebagai bahan pembelajaran. Hasil pembelajaran ini dimaksudkan untuk dapat diterapkan di dalam lembaga sendiri.

Dalam artikel ini juga dijelaskan studi banding sebenarkan mempunyai makna sebagai berikut. Pertama, sebagai pengakuan terhadap kemungkinan adanya kelemahan dan kekurangan diri. Kedua, mengakui dan mengapresiasi kelebihan dan kebaikan orang atau pihak lain. Ketiga, adanya keinginan yang kuat untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan itu, untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Karena itu studi banding mempunyai makna yang sangat mulia, yakni adanya niat untuk meningkatkan kinerja.

Dari makna diatas sangat disayangkan kalau kegiatan studi banding tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan kinerja seseorang atau lembaga yang melakukan studi banding tersebut. Apalagi kalau studi bandingnya menghabiskan banyak biaya atau waktu yang lama karena disatukan dengan kegiatan yang lain, seperti jalan-jalan, belanja atau kegiatan lainnya. Bukannya tidak boleh melakukan kegiatan yang lain namun diharapkan fokus kegiatannya adalah studi banding. Bahkan akan sangat baik kalau selesai studi banding peserta membuat laporan dan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan dari hasil studi banding tersebut.

Mengingat situasi negara kita dan pencanangan efesiensi bagi setiap kegiatan di semua elemen pemerintahan maupun swasta, maka studi banding termasuk salah satu kegiatan yang hampir tidak dibolehkan. Namun kalau studi banding bisa dilakukan di daerah sendiri yang sudah pasti tidak memerlukan biaya perjalanan dan akomodasi tentu itu akan menjadi anjuran. Seperti yang dilakukan oleh PKG PAUD Kecamatan Payakumbuh Timur pada tanggal 20 Februari 2025 yang lalu. Pengurus dan anggota bersepakat untuk melakukan studi tiru ke dua lembaga PAUD yaitu TK Islam Raudhatul Jannah yang terletak di Kecamatam Payakumbuh Utara dan TK IT Mutiara Hati yang berada di Kecamatan Payakumbuh Barat.

Dari tanggapan beberapa guru yang sempat berbincang dengan guru-guru di TK Islam Raudhatul Jannah, mereka merasa puas dan berucap “Kenapa harus jauh-jauh studi banding padahan sementara didaerah kita sendiri ada TK yang bisa menjadi rujukan bagi kita”. Sebagian besar peserta studi tiru yang terdiri dari guru TK dan KB (Kelompok Bermain) merasa puas dan ingin menerapkan apa sudah mereka lihat dan amati di lembaganya masing-masing. Diharapkan ini juga menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya agar tidak menafikan lembaga pedidikan yang ada didaerah sendiri. Apalagi kalau orang dari daerah lain mengakui mengapa kita tidak.

 

 

 

 

catatan: tulisan ini telah keluar di laman guru Padang Ekspres 

Bagikan Artikel Ini

Rekomendasi

Terpopuler