Generasi muda merupakan kekayaan negara, pewaris harapan, dan penentu masa depan. Namun, di tengah derasnya aliran informasi dan perkembangan teknologi, mereka berisiko terhadap berbagai hal yang bisa merusak sikap dan mental. Bagaikan bibit tanaman, jika tidak dipelihara dengan baik dan terlindungi dari serangan hama, pertumbuhannya dapat terhambat atau bahkan mati. 4 faktor yang perlu kita perhatikan karena dapat menjadi “racun” bagi sikap dan mental generasi adalah konsumsi makanan, jenis permainan, tayangan, dan lingkungan sosial.
Makanan tidak semata-mata masalah nutrisi fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap keadaan psikologis. Makanan cepat saji, kaya gula, atau yang mengandung banyak aditif, dapat menyebabkan ketidakseimbangan kimia di otak, yang dapat mengakibatkan perubahan emosi, kesulitan fokus, dan bahkan peningkatan risiko masalah perilaku. Generasi muda yang akrab dengan makanan tidak sehat cenderung memiliki energi yang tidak stabil, cepat lelah, dan sulit untuk berkonsentrasi saat belajar atau beraktivitas. Kebiasaan makan yang tidak baik juga dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik yang kemudian dapat berdampak pada kesehatan mental mereka.
Permainan, terutama permainan daring (online) atau video game, telah menjadi elemen yang tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Walaupun memberikan hiburan dan rangsangan kognitif, kecanduan game bisa berujung pada keterasingan sosial, penurunan hasil akademis, dan kesulitan dalam pengelolaan waktu. Permainan yang melibatkan elemen kekerasan atau perjudian dapat juga mengurangi rasa empati dan menjadikan perilaku negatif sebagai hal yang biasa. Generasi yang menghabiskan waktu berlebihan di layar dan minim interaksi di kehidupan nyata bisa kehilangan kemampuan beradaptasi serta membentuk hubungan sosial yang baik.
Era digital menawarkan hiburan tanpa batas melalui berbagai platform. Film, serial, vlog, dan media sosial bisa menjadi sumber pengetahuan dan kesenangan yang bermanfaat. Namun, jika generasi muda terpapar kepada konten yang tidak sesuai untuk usia mereka, seperti kekerasan eksplisit, pornografi, atau nilai yang bertentangan dengan norma sosial, hal ini dapat merusak persepsi, memicu perilaku meniru yang tidak pantas, dan bahkan menyebabkan kecemasan atau depresi. Dampak dari tayangan yang buruk dapat membingungkan perbedaan antara kenyataan dan khayalan, membentuk perspektif dunia yang keliru, serta mengurangi kepekaan moral.
Lingkungan sosial merupakan salah satu elemen paling berpengaruh dalam membentuk kepribadian dan mentalitas individu. Interaksi dengan teman-teman sejawat yang mempunyai nilai positif, semangat besar, dan dukungan yang kuat akan mendorong generasi muda untuk tumbuh secara maksimal. Sebaliknya, berinteraksi dengan orang atau kelompok yang terlibat dalam kenakalan remaja, penggunaan narkoba, atau perilaku merusak lainnya dapat membuat mereka terjebak dalam masalah. Tekanan dari teman sebaya adalah bahaya yang nyata yang dapat mendorong generasi muda untuk membuat pilihan yang buruk demi mendapatkan penerimaan dalam suatu kelompok.
Dalam menciptakan generasi yang kuat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan, kita harus fokus pada empat aspek ini. Orang tua, pendidik, serta masyarakat memainkan peran penting dalam menyediakan pendidikan, dukungan, dan suasana yang baik agar generasi muda dapat berkembang dengan sehat baik secara fisik maupun mental.
Oleh:
Yunnahara, S.Pd. SD
Guru SD Negeri 02 Payakumbuh

Post a Comment