RISALAH:
MaasyaAllah, sekecil apapun kebaikan yang pernah kita lakukan akan Allah balas dengan berlipat ganda, dan juga ada nasehat berharga mengatakan kebaikan yang kita berikan itu akan kembali pada diri kita sendiri. Sungguh Allah Maha Teliti dan Maha memberi balasan terbaik bagi siapa yang berbuat baik.
Pagi ini, kabar bahagia menghampiri diriku, tidak menyangka dan tidak sadar perbuatan sederhana bisa menyelamatkan 7 keluarga di luar sana. Ceritanya, sebagai perantau Minang, kebiasaan dalam keluarga akan menjadi pakaian diri sebagai pelindung dan pengingat bahwa kita berasal dari daerah yang kuat adat dan budaya.
Saat itu, sebelum pergi bekerja di salah satu kantor terbaik di Jakarta, saya kala itu sebagai editor film, dan penulis skip untuk adegan laga dan iklan. Selesai bekerja disela istirahat, terlihatlah oleh ku dari gedung tingkat 5 dari ruang jendela yang dibatasi cermin transparan, ada mobil dengan merek Starlet mogok di jalan, lalu tanpa basa basi, tergerak hatiku untuk menolong seorang Ibu paruh baya memanggilkan teknisi.
Tanpa peduli siapa nama atau wajah Ibu tersebut, karena dari kejahuhan saya menghubungi mekanik untuk minta tolong datang dan memperbaiki mobil Ibu tersebut. Namun dari kejauhan juga Ibu itu seakan melihat diriku, sekurang-kurangnya pakaian baju kurung yang kukenakan.
13 Tahun berlalu, berbunyilah telpon genggamku, menanyakan nama dan mengingatkan cerita sederhana di perantauan dahulu. "Assalamu'alaikum, dengan Ibu Nova, Izin kami mengirimkan beberapa foto lewat Whatshaap sehingga Ibu Nova bisa melihat, selama ini saya dan anak saya terinspirasi dengan pakaian Ibu, walau saat itu kita tidak tatap wajah dan juga tidak berkomunikasi, namun diam-diam saya menyuruh karyawan boutique saya untuk memata-matai dan mencari tahu serta memfoto apapun yang Ibu kenakan.Dan inilah hasilnya, berkenan kiranya Ibu mau kami undang ke Jakarta untuk meresmikan Gerai Minang yang saya beri nama Gerai Nova Minang."
Sunguh Maha Kuasanya Allah, walau dalam hati kecil ingin memiliki gerai pakaian atau butik, namun terlah terwujud lewat ibu tersebut. Lantas jawaban saya adalah, MaasyaAllah, tabarakallah, Ibu Allah akan memuliakan Ibu, walau kita tidak tahu bagaimana kehangatan senyuman dan hangatnya jabatan tangan itu, maka izinkan saya bisa menerima seluas hati Ibu atas tawaran itu, namun bila ibu izinkan bahwa kehadiran saya selalu ada dalam hati Ibu, belum ada kesempatan ke Jakarta, karena masih sibuk di lokasi bencana.
Maka jawaban Ibu tersebut adalah, baik ibu, kami akan selalu menantikan ibu disini, sampai kami bisa buka cabang di Payakumbuh, menjadi milik Ibu, hak Ibu dan dengan hasil yang selama ini juga untuk ibu sepenuhnya.
Allah Maha Kuasa, atas apa yang Allah kehendaki. Pagi ini saya mendapatkan pelajaran berharga dari Ibu yang nun jauh di mata namun dekat di hati, Terima kasih Ibu, persaudaraan karena Allah itu sungguh luar biasa, dan terima kasih juga Ibu telah mengajarkan saya bagaimana cara bersyukur sesungguhnya.

Post a Comment