Kannov

GURU TK MENULIS: GERAKAN LITERASI SEKOLAH TAHUN 2025 TK ISLAM RAUDHATUL JANNAH

January 11, 2026 Kannov Publishing

 


Oleh: Misrayeti, M.Pd

Guru TK Islam Raudhatul Jannah


Literasi merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan seumur hidup. Bukan hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, literasi mencakup kemampuan memahami, menggunakan dan merefleksikan informasi secara kritis untuk mencapai tujuan, mengembangkan pengetahuan dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat. Meskipun Gerakan Literasi Sekolah (GLS) seringkali diidentikkan dengan jenjang pendidikan dasar dan menengah, namun sesungguhnya penanaman kecintaan dan kebiasaan literasi harus dimulai sejak usia dini yaitu di jenjang PAUD.

Seperti yang kita ketahui bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) disebut juga fase emas (golden age) di mana otak anak sedang berkembang dengan pesat, sehingga menjadi waktu yang paling strategis untuk meletakkan dasar-dasar literasi. Penerapan prinsip-prinsip dan semangat dari Gerakan Literasi Sekolah perlu diadaptasi dan diintegrasikan secara holistik dalam lingkungan PAUD. Adaptasi konsep GLS tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, serta peran krusial seluruh elemen sekolah dan orang tua dalam membentuk anak-anak yang memiliki budaya literasi kuat sejak usia prasekolah.

            Literasi di PAUD tidak hanya sebatas kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) yang diajarkan secara individu, klasikal dan terpisah. Namun literasi dimaknai secara luas sebagai kemampuan dasar yang diperlukan anak untuk memahami dunia, mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan menggunakan kemampuan tersebut dalam kegiatan sehari-hari, yang utamanya dilakukan melalui bermain.

            Di TK Islam Raudhatul Jannah gerakan literasi sekolah sudah merupakan program utama dimana penataan kelas, pelaksanaan pembelajaran dan sarana pendukung pembelajaran dirancang dengan memperhatikan tiga pilar utama GLS yaitu literasi dasar, literasi akademik, dan literasi fungsional. Ketiga pilar ini diterjemahkan menjadi :

  1. Literasi Dasar (Mengenal Lingkungan Berbahasa)

Implementasinya dengan menciptakan lingkungan kaya teks, melalui pajangan huruf, angka, gambar berlabel, sudut baca yang menarik dan adanya perpustakaan sekolah, serta kunjungan ke Pepustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh.

  1. Literasi Akademik (Keterampilan Pra-membaca dan Pra-menulis)

Implementasinya dengan melakukan kegiatan mendengarkan cerita, membacakan cerita, mendiskusikan gambar, bermain peran, dan latihan motorik halus yang menjadi prasyarat untuk menulis.

  1. Literasi Fungsional (Memahami Dunia)

Implementasinya dengan menggunakan literasi dalam konteks sehari-hari, seperti mengikuti urutan instruksi, membaca resep saat bermain masak-masakan, memahami rambu-rambu di jalan atau symbol-simbol lainnya. Disini juga dikenalnya jenis literasi lainnya yaitu literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial dan literasi budaya dan sosial, yang dikenalkan melalui kegiatan main di sentra-sentra pembelajaran yang telah disediakan.

            Disamping kegiatan di sekolah, TK Islam Raudhatul Jannah juga menekankan peran guru dan orang tua yang sangat strategis dalam mengembangkan gerakan literasi sekolah, peran tersebut dapat dilihat sebagai berikut :

1.      Peran guru sebagai teladan Literat

Guru harus menjadi teladan dengan menunjukkan kecintaan pada buku dan membaca. Guru yang antusias dalam bercerita, menggunakan kosa kata yang kaya dan konsisten menciptakan kegiatan literasi akan menularkan semangat tersebut kepada anak didiknya. Guru juga bertindak sebagai fasilitator yang mengamati dan menyesuaikan materi dengan minat dan tingkat perkembangan literasi setiap anak.

 

2.      Keterlibatan Orang Tua

Literasi adalah tanggung jawab bersama, karena itu sekolah perlu memberitahukan kepada orang tua tentang bagaimana menciptakan lingkungan literat di rumah. Disini bisa berupa peminjaman buku perpustakaan sekolah kepada orangtua juga selain anak dan mendorong orang tua untuk sering berinteraksi verbal dengan anak, membacakan buku cerita yang dipinjam anak di perpustakaan sekolah, bertanya tentang apa yang kegiatan yang mereka lakukan hari ini, atau bernyanyi bersama anak.

Dengan mengadaptasi GLS melalui pendekatan bermain yang terstruktur dan didukung oleh lingkungan yang kaya akan stimulasi literasi, TK Islam Raudhatul Jannah dapat secara efektif meletakkan dasar yang kokoh bagi masa depan literasi anak, membentuk mereka menjadi pembelajar seumur hidup yang kritis dan kreatif.

            Gerakan Literasi Sekolah di TK Islam Raudhatul Jannah bukan hanya sekadar program semata, melainkan realisasi program yang selalu ingin diwujudkan demi mempersiapkan generasi pembelajar yang cakap dan berdaya. Melalui model penataan lingkungan main Sentra, dengan pembelajaran yang menyenangkan dan terintegrasi, anak-anak menemukan bahwa literasi bukanlah beban melainkan adalah sebuah petualangan yang menyenangkan.

Upaya ini membutuhkan komitmen bersama dimana peran guru sebagai fasilitator yang kreatif, keterlibatan orang tua sebagai mitra utama di rumah, dan penyediaan lingkungan yang kaya akan bahan bacaan dan kegiatan eksplorasi. Dengan menanamkan enam literasi dasar yaitu baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan sejak usia dini, berarti kita sedang meletakkan fondasi yang kokoh. Fondasi inilah yang akan mendukung kesuksesan akademis anak di jenjang berikutnya dan membentuk mereka menjadi individu yang kritis, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan dunia masa depan.

 

 

Bagikan Artikel Ini

Rekomendasi

Terpopuler