Kannov

GURU MENULIS: HARU BIRU PERPISAHAN PENYERAHAN SISWA KELAS VI KEPADA ORANG TUA

January 05, 2026 Kannov Publishing

 


HARU BIRU PERPISAHAN PENYERAHAN SISWA KELAS VI  
KEPADA ORANG TUA
 
 

 Siang hari SD Negeri 02 Payakumbuh terasa berbeda hari, Senin,02 Juni 2025. Bukan lagi riuh rendah suara anak-anak berlarian menuju kelas, melainkan alunan musik lembut yang mengiringi langkah para orang tua hadir di halaman sekolah. Hari ini adalah hari istimewa, hari penyerahan siswa kelas VI kembali kepada orang tua mereka, menandai berakhirnya satu babak penting dalam perjalanan pendidikan. Di halaman sekolah yang sederhana, deretan kursi kosong menanti untuk diisi oleh para siswa kebanggaan. Para guru, dengan wajah campur aduk antara bangga dan haru, sibuk menata barisan. Bu Yun, wali kelas VI yang dikenal tegas namun penyayang, beberapa kali terlihat menyeka matanya. “Rasanya baru kemarin mereka datang dengan seragam merah putih yang kebesaran,”

Acara dimulai Tahfizh Al Qur’an oleh Faizah Nayaka, sebagai siswa SDN 02, dan dilanjutkan pada kegiatan Muhasabah dan motivasi oleh Bundo Nova sebagai pakar anak-anak yang telah melalang buana ke berbagai Sekolah di Sumatera Barat, diikuti sambutan Kepala Sekolah, Bapak Hendra Wijaya. Dalam pidatonya, Bapak Hendra menekankan bahwa momen penyerahan ini bukan berarti lepasnya tanggung jawab sekolah sepenuhnya. "Kami menyerahkan kembali putra-putri Bapak dan Ibu, bukan hanya sebagai siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar, tetapi sebagai pribadi-pribadi yang telah kami tanamkan nilai-nilai kebaikan, budi pekerti, dan semangat belajar," ujarnya dengan suara bergetar, "Tugas selanjutnya ada di tangan Bapak dan Ibu untuk terus membimbing mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan kehidupan yang lebih baik."

Tibalah saat yang paling mengharukan. Satu per satu nama siswa kelas VI dipanggil. Dengan langkah tegap, mereka naik ke panggung, menghadap orang tua masing-masing yang duduk di barisan depan. Sebuah map berisi rapor dan piagam kelulusan diserahkan, bukan hanya sebagai simbol prestasi akademik, tetapi juga sebagai bukti pengabdian para guru selama enam tahun. Pelukan erat, ciuman di kening, dan air mata yang tak terbendung menjadi pemandangan yang dominan. Ada yang tertawa kecil sambil berbisik janji untuk selalu belajar, ada pula yang terisak dalam dekapan orang tua, seolah tak ingin berpisah dengan kenangan di bangku SD.

Salah satunya adalah Fitri. Gadis kecil yang dulu pemalu itu kini berdiri tegak di hadapan ibunya. Air mata jatuh membasahi pipi sang ibu saat Fitri mencium tangannya. "Terima kasih, Ibu. Fitri janji akan belajar lebih giat lagi," bisiknya. Ibu Fitri hanya mengangguk, terlalu sesak untuk berkata-kata. Acara diakhiri dengan penampilan paduan suara siswa kelas VI yang membawakan lagu perpisahan. Liriknya yang menyentuh hati tentang persahabatan dan kenangan indah membuat suasana semakin melow. Di akhir lagu, mereka membungkuk serentak, mengucapkan terima kasih kepada semua guru yang telah membimbing mereka.

Meskipun berat, momen penyerahan ini adalah bagian tak terpisahkan dari siklus pendidikan. Ini adalah gerbang menuju tantangan dan petualangan baru bagi para siswa, dan sebuah momen refleksi bagi para guru dan orang tua. Di bawah langit Payakumbuh yang cerah, SD Negeri 01 telah kembali menunaikan tugasnya, menyerahkan tunas-tunas harapan bangsa untuk terus tumbuh dan berkembang di tangan-tangan penuh cinta orang tua mereka.

 

 

Oleh:

Yunnahara, S.Pd.SD

Guru SDN 02 Payakumbuh

 

Bagikan Artikel Ini

Rekomendasi

Terpopuler