Menjadi seorang guru adalah salah satu profesi yang penuh makna dan keberkahan. Hanya orang-orang yang terpanggil hatinya untuk membersamai tumbuh kembang anak yang terlahir dari Rahim masyarakat. Seorang guru tidak akan pernah tua, walau murid-muridnya telah banyak menjadi orang hebat, menjadi dokter, insinyur, wali kota, presiden dan banyak profesi lainnya, yang bermula daro peran seorang guru. Nikmat yang sering dirasakan oleh seorang guru; Menyaksikan murid yang dulunya tak bisa membaca atau menghitung, kini menjadi cerdas dan mandiri, adalah kebahagiaan yang tak ternilai.
Guru adalah agen perubahan. Melalui ilmu yang ditanamkan, guru membantu membentuk karakter dan masa depan generasi penerus. Sebagai insan yang beraga Islam, setiap ilmu yang diajarkan dan diamalkan oleh murid akan menjadi pahala yang terus mengalir, bahkan setelah guru tiada. Terciptanya hubungan guru dan murid seringkali lebih dari sekadar formalitas. Ada kedekatan, rasa hormat, dan kasih sayang yang tumbuh secara alami. Ketika murid berhasil meraih cita-cita atau mengingat jasa gurunya, ada perasaan bangga dan haru yang membuat semua perjuangan terasa layak. Guru adalah sosok panutan. Dihormati dan dijadikan contoh oleh murid-murid adalah bentuk penghargaan yang membahagiakan. Profesi guru menuntut untuk terus belajar. Ini menjadikan guru pribadi yang terus tumbuh dan tidak stagnan. Secara harfiah, usia memang bertambah, tapi semangat, ilmu, dan pengaruh seorang guru tak lekang oleh waktu.
Ilmu yang diajarkan seorang guru akan terus mengalir dan diteruskan dari generasi ke generasi.Selama ilmu itu bermanfaat, gurunya hidup di dalamnya. Banyak guru yang tetap mengajar meskipun sudah pensiun, karena panggilan jiwa mereka bukan sekadar pekerjaan, tapi pengabdian. Murid-murid akan selalu mengingat gurunya dengan rasa hormat, cinta, dan rindu. Wajahnya mungkin menua, tapi dalam ingatan murid, ia selalu hadir dengan senyum dan nasihat bijaknya. Seorang guru menanamkan nilai kehidupan, bukan hanya teori. Nilai-nilai itulah yang membuatnya tak pernah tua, karena terus relevan sepanjang zaman.
Oleh:
Yunnahara, S.Pd,SD
Guru SD Negeri 02 Payakumbuh
.jpeg)
Post a Comment